Kini berseluncur di Internet telah menjadi aktivitas rutin bagi kebanyakan orang. Untuk bisa berseluncur di internet, perlu perangkat lunak yang dinamakan peramban. Peramban biasa ditemukan pada setiap perangkat gadget masing-masing, salah satunya Chrome dari Google yang menjadi pemimpin dalam industri ini. Namun, persaingan untuk menjadi peramban paling terbaik menjadi semakin menarik untuk diikuti. Sebab, para penantang sudah siap dengan senjata andalannya masing-masing, salah satunya Edge besutan Microsoft yang kini kian menarik dengan hadirnya fitur AI berbasis ChatGPT.
Secara tampilan, antarmuka pengguna antara Chrome dan Edge secara dominan memiliki kesamaan karena keduanya memang menggunakan chromium sebagai platform perambannya. Namun, tentunya terdapat perbedaan diantara Chrome dan juga Edge. Sebab, Chrome dan chromium sama-sama dimiliki oleh Google sebagai perusahaan induknya, sehingga untuk tampilan antarmuka penggunanya cenderung identik. Sedangkan Edge, cenderung mencoba untuk tampil berbeda dengan menambahkan konstumisasi pada tampilan maupun fiturnya.
Salah satunya merupakan Bing Search yang kini sudah terintegrasi dengan ChatGPT dan menjadi senjata andalan Edge untuk melawan kedigdayaan Chrome saat ini. ChatGPT merupakan chatbot Artificial Intelligence (AI) besutan perusahaan OpenAI yang juga dibiayai oleh Microsoft dalam pengembangannya. ChatGPT atau Chat Generative Pre-trained Transformer merupakan versi termutakhir dari model GPT 4, ChatGPT telah dilatih pada 570 GB (Gigabyte) data teks dari internet, termasuk buku, artikel, situs web, bahkan media sosial, sehingga bisa memiliki tanggapan yang mirip dengan manusia. Berkat hal tersebut juga, ChatGPT telah menjadi chatbot yang memiliki jawaban yang cenderung akurat, bahkan bisa menghasilkan esai dan artikel yang seharusnya hanya bisa dibuat manual oleh manusia. Oleh karena itu, ChatGPT menjadi aplikasi dengan pertumbuhan tercepat sepanjang masa, dimana sudah terdapat sekitar 100 juta pengguna dalam dua bulan setelah peluncurannya.
Sebagai hasil dari integrasi antara ChatGPT dengan Bing Search, maka terbentuklah BingChat, yaitu sebuat fitur pencarian yang sudah ditenagai oleh teknologi AI dari ChatGPT. Menurut Microsoft, dengan adanya BingChat dapat memudahkan penggunanya untuk mengajukan pertanyaan kompleks, menemukan jawaban komprehensif, mendapatkan informasi ringkasan, dan menemukan inspirasi tanpa perlu beralih antar tab. Alhasil, melakukan pencarian melalui BingChat akan lebih menyenangkan karena terasa seperti mengobrol dengan manusia. Namun, ternyata BingChat juga bisa melakukan hal-hal lainnya, seperti membuat rencana perjalanan, membeli tiket, menulis draf email, sampai membuat lelucon. Berkat fitur terbarunya tersebut Bing berhasil mendapatkan 100 juta pengguna harian. Jadi, menjadi lumrah jika Microsoft ingin memonetisasi Bing Chat dengan menyertakan iklan di dalamnya.
Sementara fitur Bing Chat di Edge telah menunjukkan keunggulannya, Chrome pun tertinggal sebab fitur AI besutannya masih dalam tahap pengembangan. Tidak mau tertinggal dari Edge yang telah memiliki BingChat, Chrome pun membuat fitur yang sama dengan sebutan Bard. Tapi, karena masih tahap pengembangan, Bard ini masih terbilang cukup tertinggal jauh dengan ChatGPT untuk sensasi layaknya manusia yang menjawab pertanyaan kita. Walaupun begitu, Bard sendiri berbasis pada model Language Model for Dialogue Applications (LaMDA) untuk melatihnya menjadi chatbot yang setara dengan ChatGPT. Namun, tidak bisa dipandang sebelah mata, Google sendiri memiliki visi yang besar terhadap Bard. Sebab pada setiap pembaruannya, fitur-fitur Bard kian semakin terintegrasi dengan seluruh ekosistem Google, seperti salah satunya dengan rencana google untuk mengintegrasikan Bard dengan spreadsheet.
Persaingan untuk menjadi peramban nomor satu bagi para penggunanya kini semakin seru untuk diikuti. Sebab, dalam era perkembangan teknologi yang pesat ini, setiap peramban akan menunjukan keunggulannya masing-masing melalui tampilan ataupun fitur yang sekiranya menarik para penggunanya. Microsoft Edge yang saat ini sedang berusaha menggulingkan tahta Google Chrome dengan fitur AInya yang dianggap termutakhir untuk saat ini menjadi suatu angin segar untuk para pengguna yang bosan dengan tampilan sederhana milik Chrome. Sedangkan Chrome akan menjadi menarik untuk menunggu perkembangan ke depannya, sebab nantinya Bard akan diintegrasikan ke setiap ekosistem Google. Pilihan Kembali kepada para pengguna, dimana antara memilih Microsoft Edge yang lebih segar dan canggih dengan kehadiran ChatGPT atau tetap setia dengan Chrome sembari melihat perkembangan Bard.
Penulis : Muhammad Farhansyah Siregar






