Kenapa Harus Mementingkan Kesehatan Mental Karyawan di Kantor? Apa Saja Tanda-Tandanya dan Bagaimana Cara Mengelolanya?
Kesehatan mental merupakan topik yang sudah tidak asing lagi di zaman sekarang. Hal ini dikarenakan sudah banyaknya pembahasan atau bahkan kampanye mengenai pentingnya Kesehatan mental. Walaupun begitu tidak sedikit dari masyakarat yang masih belum menyadari pentingnya menjaga Kesehatan mental, terutama dalam dunia pekerjaan. Gangguan kesehatan mental yang sering menyerang para karyawan yaitu seperti stres, burnout, rasa cemas berlebih, depresi, dan rasa sedih hingga putus asa. Dalam suatu perusahaan penting untuk memperhatikan Kesehatan mental pada setiap karyawannya. Hal ini dikarenakan Kesehatan mental sangat berpengaruh dalam performa atau kinerja karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Mental didefinisikan sebagai kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya. Selanjutnya World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa definisi sehat merupakan definisi yang sifatnya integral, artinya bukan sekedar bebas dari penyakit, namun kondisi dimana seseorang mencapai kesejahteraan paripurna secara fisik, mental dan sosial. Dari kedua teori tersebut, dapat disimpulkan kesehatan mental seseorang adalah hal penting yang perlu diperhatikan, apabila seorang yang sakit secara mental, maka akan sulit untuk menjalankan fungsinya sebagai seorang manusia atau karyawan dalam hal pekerjaan.
Perusahaan sendiri merupakan tempat yang paling sering dihabiskan oleh karyawan selama hampir sepertiga waktunya. Sehingga perlu bagi perusahaan dalam mendukung untuk karyawannya agar memiliki kesehatan mental yang prima. Apabila karyawan memiliki kesehatan mental yang prima dan stabil, maka akan membuat karyawan menjadi lebih bahagia dan produktif dalam bekerja. Salah satu cara yang dapat diberikan dalam perusahaan kepada karyawannya yaitu dengan memberikan dukungan yang suportif dan apresiatif.
Apa sajakah tanda-tanda karyawan yang mengalami gangguan kesehatan mental dalam pekerjaan? Menurut Jasmine Patel dalam peoplescout.com, karyawan yang sedang mengalami stress atau gangguan kesehatan mental memiliki tanda-tanda sebagai berikut:
- Munculnya produktivitas dan motivasi untuk bekerja yang rendah;
- Terjadinya perubahan mood yang mudah sekali berubah, seperti mudah cemas, tersinggung, ataupun banyak diam;
- Tidak masuk kerja atau absen selama beberapa hari dengan berbagai alasan, seperti sakit, butuh istirahat, ataupun menghindari sesuatu yang mungkin akan menyerang kesehatan mental karyawan;
- Karyawan menjadi lebih emosional atau tidak stabil secara emosi;
- Menjauh atau menghindar dari interaksi sosial di kantor, baik dengan atasan atau rekan sesama tim.
- Mengalami kesulitan tidur karena memikirkan sesuatu yang mungkin akan terjadi esok hari.
Apabila karyawan mengalami gejala atau tanda-tanda seperti di atas yang akan mempengaruhi kinerja karyawan, maka sebaiknya tim manajemen maupun atasan perlu melakukan komunikasi tatap muka untuk mengetahui permasalahan apa yang karyawan rasakan. Untuk karyawan sendiri diharapkan dapat jujur untuk menyatakan permasalahan apa yang dirasa menghambat produktivitas kerja dan waktu istirahat.
Selanjutnya apa saja yang bisa dilakukan diri sendiri ataupun tim manajemen perusahaan untuk menanggulangi apabila terdapat karyawan yang mengalami gangguan kesehatan mental selama bekerja. Berikut merupakan cara yang dapat dilakukan untuk mengelola kesehatan mental dengan baik dan benar!
- Mengelola gangguan kesehatan mental pada diri sendiri
- Work life balance, karyawan dapat mulai membiasakan diri untuk menjalani kehidupan personal dan pekerjaan dengan seimbang.
- Olahraga, melakukan olahraga yang rutin minimal 3 kali dalam seminggu untuk membangun kesehatan fisik dan memperbaiki mood. Dan jangan lupa cobalah untuk tersenyum saat dan setelah olahraga, ya!
- Makanan, dengan memakan makanan yang sehat dan penuh gizi, tapi tetap lezat dapat membantu karyawan dalam mengelola kesehatan mentalnya.
- Hobi, jangan lupa untuk meluangkan waktu untuk melakukan hobi yang kamu suka. Bisa kamu coba di hari libur kerja, atau setelah jam kerja.
- Komunikasi, Mulailah menjalin komunikasi dengan keluarga, sahabat, dan orang terkasih dengan obrolan yang positif.
- Meditasi, Mulailah berlatih pernapasan dan mengelola emosi melalui meditasi atau ibadah.
- Jurnal, mulailah dengan menulis jurnal harian mengenai perasaan yang kamu alami disertai dengan menuliskan berbagai hal yang bersifat positif dan membangkitkan semangat. Contohnya seperti rasa syukur, harapan dan doa, serta nilai-nilai yang bisa kamu evaluasi di kemudian hari.
- Binatang peliharaan, apabila kamu pecinta binatang, dengan memelihara hewan kesayangan bisa menghilangkan stres dan depresi juga.
- Komunitas, dengan ikut komunitas maka dapat bertemu dengan anggota yang suportif dan menghadirkan banyak ilmu bermanfaat.
- Mengelola gangguan kesehatan mental dengan cara perusahaan
- Evaluasi bersama, dapat dilakukan dengan membuat program asistensi karyawan sebagai review apa saja kendala, kritik, serta saran para karyawan selama bekerja di perusahaan. Program ini bisa dengan mengumpulkan berbagai testimoni kerja karyawan melalui email, telepon, atau pertemuan tatap muka.
- Work from home, perusahaan dapat memberlakukan sistem kerja work from home atau hybrid dengan jam kerja yang fleksibel. Dikutip dari supportroom.com, studi dari The Bupa di Inggris menyatakan bahwa sistem kerja ini sangat membantu mengontrol mental karyawan dalam bekerja.
- Konsultasi, perusahaan dapat mulai menyediakan jasa konsultasi secara sendiri ataupun kelompok dengan psikolog yang biayanya ditanggung oleh perusahaan.
- Asuransi, perusahaan dapat memberikan fasilitas asuransi kepada karyawan. Di Indonesia umumnya perusahaan yang peduli terhadap kesejahteraan para pekerja menyediakan fasilitas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
- Biaya pengobatan, apabila karyawan lebih nyaman pergi konsultasi dengan psikolog di luar yang disediakan perusahaan, maka perusahaan bersedia menerima penggantian dana ke karyawan jika berobat ke psikolog atau psikiater di luar perusahaan.
- Healing spot, perusahaan dapat membuat ruang relaksasi di kantor, seperti area bermain, gym, sampai tempat untuk tidur siang. Sudah banyak perusahaan startup Indonesia yang menyediakan fasilitas ini.
- Program rutin yang menyenangkan, perusahaan dapat memulai program yang menyenangkan, baik diselenggarakan secara offline maupun virtual. Contohnya seperti kelas olahraga, kelas keagamaan, sampai sesi tanya jawab mengenai skill yang berkaitan dengan divisi di kantor.
- Klub hobi, perusahaan dapat memfasilitasi dengan membuat klub untuk menunjang hobi para karyawan, seperti klub buku, klub lari, atau band.
Perlu disadari bahkan kesehatan mental sangatlah penting dalam dunia pekerjaan. Hal ini dikarenakan kesehatan mental karyawan akan mempengaruhi kinerjanya dalam menyelesaikan pekerjaannya. Apabila bilang kesehatan mental karyawan baik dan prima, maka akan berpengaruh terhadap performa atau produktivatas karyawan.
Penulis: Lailah Kifahina






